Masa bodoh dengan Abian yang auranya tiba-tiba sangat menyeramkan. Hari ini, yang KTP tahu hanya satu, Abian menjadi miliknya.

Ia pun dengan segera beranjak ke atas ranjang. Dengan kaki yang kembali dibuka lebar. Bersiap untuk memberikan show terbaik untuk pria tampan di hadapannya.

Ya meskipun sangat seram, Abian benar-benar terlihat tampan. KTP bahkan jauh lebih bersedia digempur sampai tak bisa jalan, daripada harus melewati momen dirinya bersetubuh manja dengan sang pujaan hati di hadapannya hanya karena aura yang menyeramkan.

KTP memulai dengan mengulum telunjuknya, begitu nakal dan kelewat jalang. Setelah dirasa basah, ia memulai untuk memasukkannya ke dalam lubang yang…

Bright tau ada sesuatu yang bisa menjelaskan jika KTP benar-benar sering dipakai oleh orang banyak.

Pria yang dikenal sebagai Pradana, hanya berdiri dengan satu tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Matanya menatap lurus, tapi sama sekali tidak terganggu.

Apa Bright terangsang? Tidak sama sekali.

Justru ia merasa mual, dan sangat ingin segera pergi.

KTP yang sudah terbuai dengan rangsangannya sendiri. Lama-lama memejamkan mata. Wajahnya kian terlihat seperti jalang dan kakinya semakin mengangkang lebar.

Sudah tidak peduli pada Bright yang kini mulai menampilkan gerak-gerik menyeramkan. KTP hanya tau, ”Sss, Ahh… Masshh nghh, enaak…”

Bodoh memang.

Bright mengambil langkah, satu persatu seiring dengan wajahnya yang kian terlihat suram. Aroma parfum yang dipakai oleh Bright, berhasil membuat KTP kembali membuka matanya.

DEG

KTP menghentikan gerakannya ketika Abian berada tepat di hadapan wajahnya. Bukan, bukan karena Abian mendekat.

Tetapi matanya… KTP mendadak takut melihatnya.

”M-Mas…”

”Lanjutin, Sayang.”

Demi Tuhan, KTP tidak tahu apa maksud Abian. Tapi, rasa bagaimana nafsunya sudah menutup mata dan hatinya, membuat KTP tidak peduli dan kembali merangsang lubangnya.

Dengan tiga jari.

Matanya kembali memejam. Lidahnya terjulur dengan desahan laknat yang memenuhi ruangan. Kakinya mengangkang sangat lebar. Belum lagi tiga jarinya yang bergerak sangat cepat.

Bright mual melihatnya.

Dalam pejamnya, KTP bisa merasakan jika Abian mulai mendekat. Terpaan nafasnya menyapu cuping telinga. Hingga saat sudut bibirnya terangkat karena senang, Abian justru mengeluarkan satu kalimat yang berhasil membuatnya membelalak tak terima.

**”You really are a whore, Bitch.”

Hanya satu kalimat. Tapi cara bagaimana Abian bersuara, berhasil membuatnya sakit hingga ke titik paling terjaga.

”Already straddled for how many people, hm?”

”M-Mas…” tanpa sadar, tangannya mengepal kuat. Jemari yang semula tertanam dalam lubangnya, ia keluarkan lalu langsung meremat sprei dengan sangat kencang.

”Don't you feel disgusted at all?” bisiknya, penuh penekanan.

”Even when you're pregnant, you're implanting sperm from multiple men.”

”Don't you feel dirty?”

PLAKKK!

”MAKSUD LO NGOMONG GITU APA?!”

Satu tamparan mendarat sempurna pada pipi mulus milik Pradana. Menimbulkan rona merah dan kekehan sarkas yang terdengar merendahkan.

Sedangkan pria yang menampar, terlihat mengeluarkan air mata tanpa sadar. Tangannya meremat sprei sangat kuat. Terlihat marah dan kecewa.

”Why? You feel?” tanya Bright, dengan tangan terangkat, membelai pipi KTP yang sudah banjir oleh air mata.

”LO BRENGSEK!”

”Brengsek?” tanya Bright, dengan satu alis terangkat.

”Kalo gue brengsek…” ada jeda pada kalimatnya, seiring dengan jemari Bright yang turun ke daerah tulang selangka.

”Lo apa, Bangsat?” wajahnya datar, suaranya rendah, tetapi matanya —membunuh telak.

”LO —Nghh… M-Ma…ss…”

Bright mencekik kuat, leher KTP.

Tidak ada lagi kata main-main. Wajah Bright berubah drastis. Matanya melebihi tajamnya manik seekor elang. Ranumnya menyeringai menyeramkan. Tangannya sampai bergetar saking kuatnya mencekik KTP yang kini kelabakan sampai wajahnya memerah padam.

”Sakit, hm?” Tanya Bright, santai.

Sedangkan KTP di hadapannya, sudah sampai mengeluarkan air mata saking tak tahan dengan cengkeraman kuat dari tangan kekar Bright pada lehernya.

Bright yang semula sedikit menunduk, mulai menegak. Ia angkat leher KTP hingga pria itu berdiri sempurna.

Ditatap tajam seolah siap untuk membunuh mangsanya, sebelum memberi tamparan cukup keras, karena tadi berani menyentuh tubuhnya.

PLAKKK!

BRUKKK!

KTP jatuh tersungkur dalam keadaan telanjang bulat. Lehernya memerah bekas tangan Bright, sedangkan sudut bibirnya sedikit mengeluarkan darah. Irisnya terlihat ketakutan dengan air mata mengalir deras.

KTP benar-benar ingin kabur meski dalam keadaan tanpa busana.

Bright mendekat, seraya menyibakkan rambutnya ke belakang. Bahkan, dalam kondisi seperti ini, masih saja tebar pesona.

Ia bawa tubuhnya agar bisa sejajar dengan pria di hadapannya, seraya membawa tangan kekarnya untuk mencengkeram kuat dagu yang lebih muda.

”Kenapa nangis, hm?” tanya Bright, dingin.

KTP yang diperlakukan kasar, tentu hendak menjauhkan tangan Bright dari dagunya. Namun, apa daya, dirinya yang berniat menepis tangan pria di hadapannya, justru mendapat satu jambakan kuat hingga ringisannya terdengar nyaring memenuhi ruangan.

”AH!”

”M-Mas…”

”Mas? Who are you calling Mas, hm?”

”M-Mas… S-Sakit…”

”Oh, dijambak sakit?”

”BRENGSEK!”

Sebisa mungkin KTP membuat wajahnya terlihat memelas. Agar Abian di hadapannya mau melepas jambakan yang teramat kuat hingga dirinya merasa pusing tak karuan.

”M-Mas… Please… S-Sakit hikss…”

”Mau dilepas?”

”L-Lepas, Mas hikss… S-Sakit hikss…”

”Buat Ananta bangun, dan sehat lagi kaya semula.”

DEG

”If you can't, then i can't let you go.”

KTP memejamkan mata ketika mendengar penuturan dari pria yang lebih tua. Emosinya membuncah. Dadanya bergemuruh hebat. Tangannya mengepal kuat, dengan bibir bergetar karena tak terima.

Lagi-lagi, Ananta yang dibela.

Dengan kekuatan yang hadir karena dendam di hatinya, secepat kilat KTP melayangkan satu bogeman mentah, tepat di pipi sebelah kanan milik Bright.

BUGH!

Lalu ia duduk, tepat di atas perut Bright dengan berlinang air mata.

”LO PIKIR GUE BAKAL NGALAH GITU AJA BIAN?!”

”NGGA! LO SAMA ANJINGNYA KAYA ORANG-ORANG! LO CUMA BELAIN ATA!!! LO NGGA PERNAH TAU RASANYA JADI GUE!!! LO NGGA PERNAH TAU BIAN!!! NGGA PERNAH!!!”

”Hm, lagian… siapa yang mau ngerasain jadi jalang?”

BUGH!

**”LO DIEM YA ANJING!!! LO KESINI CUMA MAU NGEWE SAMA GUE!!! BUKAN MAU BACOT DAN NYALAHIN GUE!!!” Pekiknya tak terima, seraya berusaha melucuti Abian di bawahnya.

Tapi, sayang beribu sayang, KTP terlalu gegabah hingga berhasil membangunkan singa dalam diri Brighrt secara sempurna.

Secepat kilat, ia tampar wajah KTP dengan lebih keras dari sebelumnya. Sampai darah dari sudut bibir KTP, mengalir cukup banyak.

PLAKKK!

Bright bangkit, mencekik KTP lalu menghempaskannya ke atas ranjang. Ia cengkeram kuat lehernya, seraya diberi tatapan membunuh hingga KTP memohon ampun untuk dilepaskan.

”Can't you guess who i am, hm?”

”Do you really think that i am Abian?”

Sukses membuat KTP terdiam barang sesaat.

”I am Bright. Mr. Pradana.”

DEG

Mendengarnya, KTP lemas seketika. Matanya terkejut bukan main. Bahkan kali ini ia berusaha sekuat tenaga kabur dari seorang pria bermarga Pradana.

No.

Jika dirinya berhasil tertangkap oleh Pradana, semuanya hancur.

KTP hancur.

Pradana pasti akan menghukumnya.

Bukan, bukan membawa ke jalur meja hijau.

Bright pasti akan menggunakan cara lain agar dirinya merasa dihukum oleh semesta.

Namun, sayang seribu sayang. Kekuatannya tak bisa mengalahkan satu tangan Bright yang kini masih mencengkeram lehernya —bahkan semakin kuat.

Jangankan kabur, bernafas saja KTP susah. Saliva sampai keluar membasahi pipinya, karena tak sanggup dengan siksaan dari pria seram di hadapannya.

”You know? I'm a sadistic man.”

”If Abian still has feelings to hurt you, then i don't at all, KTP.” Ucapnya, santai. Seraya menatap remeh, ke arah KTP yang mati-matian memohon agar tak disakiti terlalu jauh.

Bahkan, tangannya terangkat, mengusap perut ratanya, seolah mencari keringanan karena dirinya sedang mengandung seorang anak.

Tapi, Bright tahu.

Sudah sedari lama, KTP keguguran.

Lagipula, janin mana yang bisa bertahan jika KTP melayani banyak pria lebih dari empat orang dalam waktu sehari penuh?

Seandainya ada, apa kau bisa membayangkannya, hm?

Maka yang dilakukan Bright sekarang adalah tertawa sarkas. Puas membuat KTP tak mampu berbuat apa-apa, selain memohon untuk dilepaskan.

”Ngapain ngusap perut, hm? Kan udah keguguran.”

Sukses membuat KTP kian ketakutan.

”Bahkan, udah ga bisa hamil lagi ya?” sindirnya, sarkas.

”Glad to hear that the child was not born from the womb of someone like you.” ucapnya, sangat telak.

Berhasil menusukkan banyak belati pada hati KTP yang kini, perlahan melemaskan diri karena hatinya lebih tak sanggup mendengar untaian kata yang terus terlontar dari belah bibir Tuan Pradana.

”But, it's really sad to hear the news that you have HIV.”

”In fact, your body is more than dirty, KTP.”

”Hiks… Lepas hikss… Lepas…”

Bright melepaskannya. Membiarkan KTP meringkuk memeluk tubuhnya. Ia menangis sehancur-hancurnya.

Bright, pria yang baru ia temui hari ini. Justru menjadi satu-satunya pria yang berhasil membuatnya kembali merasa hina.

Bukan.

Bukan karena dirinya disetubuhi secara brutal.

Bukan karena dirinya dipakai beramai-ramai.

Bukan juga karena dirinya disewa untuk direndahkan sepuasnya.

Tapi justru hanya karena sebuah perkataan, yang kembali membuatnya sadar, dirinya sudah lebih dari sebuah kata hina.

KTP, hancur sejadi-jadinya.

”I know you're hurt. But sorry, I'm not the type of person who easily melts just because of tears.” tandas Bright final, sebelum melemparkan sebuah setelan pakaian, ke arah wajah KTP dengan cukup kasar.

”Pake. Sekarang.”

KTP tentu menggeleng cepat, berusaha tidak memakai karena ia tidak mau diberi hukuman. Dirinya berpikir jika telanjang, Bright pasti tidak bisa bergerak lebih.

Tapi, sekali lagi, Bright sedang berdiri tanpa perasaan.

Sudut bibirnya lantas terangkat, terkekeh remeh dan merendahkan. Ia pun merendahkan tubuhnya, menatap telak ke arah KTP, lalu menjambaknya agar mau terduduk dengan baik.

”Kamu pikir saya ngga berani?” tanya Bright, mengintimidasi.

”Yaudah, ngga usah dipake. Telanjang aja. Kali aja kamu mau main sama anak buah saya.” kekehnya, sarkas.

Bright pun melirik ke arah ereksi pria sialan di hadapannya, “Masih turn on, hm? Saya kasih waktu tiga puluh menit, cukup?”**

”Setelah itu, ikut saya.”

”Karena setiap tindakan kamu, berhak dapet reward dari saya.” tandasnya final.

Sukses membuat KTP membelalak dengan tubuh bergetar hebat.

Bright pun beranjak, menjauhi tubuh KTP yang membuatnya muak. Ia pandangi sekali lagi dengan tatapan remeh dan merendahkan. 
Sebelum akhirnya membalik tubuh dan pergi dengan kedua tangan di dalam saku celana.

Namun, saat langkahnya baru sampai ke depan pintu apartement KTP, Bright menghentikan langkahnya.

Pria itu sedikit menoleh ke belakang, seraya menyeringai sangat kejam.

”Orang pertama yang bakal ngehukum kamu. Suami saya.”

”Karena kamu lancang menyentuh saya.”

”Ngga parah kok, paling ditampar sampe puas.” Ucapnya, santai.

Setelahnya, Bright pergi.

Berhasil membuat KTP semakin panik tidak karuan. Ia tahu, Pradana selalu kejam ketika menyelesaikan sebuah masalah. Demi Tuhan, KTP ketakutan.

Setelah Bright pergi meninggalkan KTP sendirian, pria itu kelimpungan bukan main dan berusaha meminta bantuan.

Tapi, sekali lagi, keberuntungan KTP sudah mencapai limitnya. Karena begitu Bright pergi meninggalkannya, para bodyguard Pradana masuk dan mengintimidasi lewat tatapan.

”BRIGHT BRENGSEK!!!!!”*